Laman

Step By Step Install Oracle BI Publisher di Windows 7 32 Bit

Untuk menampilkan hasil pengolahan data ke dalam bentuk laporan / report  di oracle kita harus menginstal dan mengkonfigurasi Oracle BI Publisher Tahapannya adalah sebagai berikut:

1.       Pastikan anda telah menginstall JDK Developmen Kit versi 1.5 atau versi yang lebih tinggi bisa, anda download disini
2.       Jika anda menggunakan windows 7 Setting Compability program ke Windows Vista, klik kanan pada menu set up bi publisher kemudian pilih properties > Compability selanjutnya pilih windows vista
       
3.       kembali ke program instalasi BI Publisher Selanjutnya Klik kanan setup dan pilih Run Administrator, klik Next
4.       Pilih Pilihan Oracle Bi Publisher, klik Next
5.       Selanjutnya pada pilihan Browse arahkan ke directory Hasil Instalasi JDK ada di C:\program files\java\jdk, klik Next
6.       Selanjutnya anda ikuti instruksi instalasi sampai dengan selesai

Selamat Mencoba

PADEPOKAN IT COURSES
IT Tutorial, Training Center & IT Solution
www.padepokanit.com

 

Tips Mengaktifkan User Administrator di windows 7

Untuk Mengaktifkan User Administrator di windows 7 langkahnya adalah sebagai berikut:

LANGKAH 1

1. Buka Command Promt
2. Klik Kanan Pada Icon CMD kemudian pilih Run Administrator
3. Setelah Jendela CMD terbuka ketikan perintah net user administrator /active:yes
4. Selanjutnya keluar Dari Command Promt, dan Logout Komputer
5. Pada halam Login Akan muncul User Administrator


Catatan :
1. untuk Menonaktifkan User Administrator perintahnya net user administrator /active:no
2. Untuk Merubah password Administrator ketikan perintah net user administrator password


LANGKAH 2


Alternatif lain untuk mengaktifkan atau menon-aktifkan akun administrator windows 7 adalah dengan menggunakan opsi Local Security Policy. Anda bisa membuka Local Security Policy dengan cara :
1. Ketikan secpol.msc dari kotak run.
2. Selanjutnya Anda akan menemukan opsi pada menu Local Policies > Security Options. Rubah saja settingan Accounts: Administrator Account dengan klik dua kali pada entry tersebut.


SELAMAT MENCOBA

Studi Kasus Analisis Sistem Informasi Penggajian di LAPAN Bandung Bagian 1


Analisis sistem adalah sebuah teknik pemecahan masalah yang menguraikan sebuah sistem menjadi bagian-bagian komponen dengan tujuan mempelajari seberapa bagus bagian-bagian komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk meraih tujuan Dari tahap analisis sistem Penggajian di LAPAN Bandung  akan dihasilkan dokementasi, yaitu berupa model dari sistem yang sedang berjalan. Tools yang digunakan dalam momedelkan sistem yang sedang berjalan ini adalah Flowmap,  event list, context diagram, Data flow diagram, Kamus Data, Spesifikasi proses, dan diagram E-R. Sebelum dilakukan pemodelan sistem kedalam bentuk diagram-diagram tersebut, terlebih dahulu akan dijelaskan mengenai busines rule yang terdapat di dalam sistem.

Busines rule
Business rule merupakan acuan tetap yang menjadi dasar dari suatu sistem. Adapun business rule dari sistem penggajian yang ada di LAPAN Bandung adalah:
A.      Pegawai
1.       Jenis Pegawai
Aktif :
b.      Pegawai Negeri Sipil
c.       Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)
d.      Pegawai Honorer
Non Aktif :
a.       Meninggal
b.      Tidak Meninggal
1.       Pensiun
2.       Diberhentikan

2.  Data diri dan pengangkatan kerja pegawai serta SK naik jabatan diberikan oleh pejabat yang berwenang

3.       Pegawai memberikan KP4 setiap 1(satu) tahun sekali untuk Update :
a.  Jumlah Anak : Jika terjadi perubahan pada jumlah anak yang mendapatkan tunjangan maka pegawai harus memberitahukan perubahan yang terjadi kepada sistem.
b.    Status Pernikahan : Jika status nikah pegawai berubah, maka pegawai yang bersangkutan harus memberi tahukan perubahan yang terjadi kepada sistem.
Segala perubahan yang terjadi harus diberitahukan dengan disertai tanda bukti.
4.        Apabila pegawai mengalami perubahan status atau perubahan/kenaikan jabatan  maka pejabat yang berwenang memberikan SK Pengangkatan kerja atau SK naik jabatan.

B.      Penggajian
Berikut Beberapa hal yang berkaitan dengan sistem penggajian di LAPAN bandung:
a.       Komponen Gaji
1.       Gaji Pokok
Gaji pokok merupakan jumlah uang yang sudah ditetapkan bagi pegawai dalam instansi/perusahaan sebagai dasar perhitungan gaji dan diberikan berdasarkan golongan pegawai tersebut.
2.       Tunjangan suami/istri
Tunjangan suami akan diberikan kepada pegawai yang berstatus wanita dan tunjangan istri diberikan kepada pegawai yang berstatus pria besar tunjangan ini sama yaitu 10% dari gaji pokok
3.       Tunjangan Anak
Tunjangan anak akan diberikan kepada pegawai yang memiliki anak maksimal 2 (dua) orang besar tunjangan ini yaitu 2 % dari gaji pokok
4.       Tunjangan Jabatan
Tunjangan jabatan ini terdiri dari tunjangan jabatan struktural dan tunjangan jabatan fungsional. Besar tunjangan sudah ada ketetapan dari pemerintah.
5.       Tunjangan pajak penghasilan
Merupakan suatu pajak (pendapatan yang terkena pajak), dimana semua pegawai akan mendapatkan tunjangan ini. Dimana besarnya adalah 5 % * Gaji pokok
6.       Tunjangan beras
Tunjangan beras diberikan dengan uang (diuangkan) dan sudah ada ketentuan tersendiri yaitu 10 Kg beras dikalikan dengan 3000 dan dikalikan dengan jumlah jiwa, jumlah jiwa ini tergantung dari jumlah anggota keluarga yang bersangkutan.
7.       Potongan
Potongan yang ada di LAPAN Bandung terdiri dari :
·         Iuran wajib pegawai (IWP)
Besar iuran wajib pegawai adalah 10% dari  (gaji pokok + Tunjangan Keluarga )
·         Pajak penghasilan
Besar pajak penghasilan sama dengan tunjangan pajak penghasilan
·         Potongan Tabungan Perumahan
Besar potongan ini ditentukan oleh golongan masing-masing dimana golongan I sebesar 3000, Golongan II sebesar 5000, golongan III sebesar 7000, dan golongan IV sebesar 10000.
b.      Perhitungan Gaji
1.       Penghasilan kotor
Penghasilan kotor didapat dari (Gaji Pokok + Tunjangan keluarga + Tunjangan Jabatan + Tunjangan Beras + tunjangan pajak penghasilan )
2.       Jumlah Potongan
Menghitung jumlah  potongan didapat dari (IWP + PPH + Potongan Tabungan Perumahan + Potongan lain-lain)
3.       Jumlah penghasilan bersih
Jumlah penghasilan bersih adalah (Penghasilan Kotor – Jumlah potongan)
4.       Gaji pokok PNS dan CPNS ditentukan berdasarkan golongan dan masa kerja pegawai pada golongan tersebut
5.       Untuk gaji calon pegawai Negri sipil (CPNS) 80 % dari gaji pokok

C.      Kenaikan Pangkat Dan Golongan
1.       Kenaikan pangkat dan golongan PNS ditetapkan pada tanggal 1 Januari, 1 April, 1 Juli, dan 1 Oktober setiap empat tahun sekali
2.       Yang berhak untuk melakukan penilaian kenaikan pangkat dan golongan seorang pegawai adalah tim penilai
3.       Kenaikan pangkat dilaksanakan berdasarkan sistem kenaikan pangkat reguler, pilihan, pengabdian dan anumerta
4.       Jenis-jenis pangkat dan golongan
b.      Pangkat juru muda                                                 Golongan I/a
c.       Pangkat juru muda tingkat I                                   Golongan I/b
d.      Pangkat juru                                                          Golongan I/c         
e.      Pangkat juru tingkat I                                             Golongan I/d
f.        Pangkat pengatur muda                                         Golongan II/a
g.       Pangkat pengatur muda tingkat I                            Golongan II/b
h.      Pangkat pengatur                                                  Golongan II/c
i.         Pangkat pengatur tingkat I                                    Golongan II/d
j.        Pangkat penata muda                                           Golongan III/a
k.       Pangkat penata muda tingkat I                             Golongan III/b
l.         Pangkat penata                                                    Golongan III/c
m.    Pangkat penata tingkat I                                       Golongan III/d
n.      Pangkat Pembina                                                 Golongan IV/a
o.      Pangkat Pembina tingkat I                                    Golongan IV/b
p.      Pangkat Pembina utama muda                              Golongan IV/c
q.      Pangkat Pembina utama madya                            Golongan IV/d
r.        Pangkat Pembina utama                                       Golongan IV/e



D.      Kenaikan Jabatan
1.       Yang berhak untuk naik jabatan adalah Pegawai Negri Sipil (PNS)
2.       Naik jabatan terdiri dari 2 jenis yaitu naik jabatan struktural dan naik jabatan fungsional
3.       Pengesahan SK naik jabatan berasal dari pejabat yang berwenang
4.       Jenis-jenis jabatan yang ada di LAPAN
a.       Jabatan Struktural
Jabatan struktural yang ada di LAPAN Bandung terdiri dari Eselon      I A, I B, II A, II B, III A, III B, IV A, IV B
b.      Jabatan Fungsional
Jabatan fungsional yang ada di LAPAN Bandung adalah Sebagai berikut :
ü  Ahli Peneliti utama                 
ü  Teknisi Litkayasa pratama
ü  Ahli Peneliti madya                
ü  Ajun Teknisi litkayasa
ü  Ahli peneliti muda                  
ü  Ajun teknisi litkayasa madya
ü  Peneliti madya                                         
ü  Ajun teknisi litkayasa muda
ü  Peneliti muda                                           
ü  Asisten teknisi litkayatsa
ü  Ajun peneliti madya                                              
ü  Arsiparis pertama
ü  Ajun peneliti muda                                
ü  Perekayasa madya
ü  Asisten peneliti madya
ü  Asisten peneliti muda
ü  Analisis kepegawaian pelaksana lanjutan
ü  Analisis kepegawaian pelaksana
ü  Ahli pranata komputer
ü  Ahli pranata komputer pratama
ü  Ahli pranata komputer
ü  Ahli pranata komputer madya
ü  Ahli pranata komputer muda

Studi Kasus Analisis Sistem Informasi Penggajian di LAPAN Bandung Bagian 2


Analisis sistem yang sedang berjalan
Analisa sistem merupakan penguraian dalam suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponen dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan, dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan. langkah pertama yang dilakukan adalah adalah mengidentifikasi kelebihan dan kerurangan sistem lama.
Kelebihan sistem yang sedang berjalan ini adalah :
  1. Sistem yang sedang berjalan saat ini sudah memanfaatkan basis komputer sebagai alat bantu dalam mengerjakan pengolahan data dibagian kepegawaian. Sehingga informasi tentang data-data kepegawaian khususnya penggajian sudah tersimpan dalam bentuk file.
  2. Sistem penggajian tersebut telah menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang cukup baik untuk menunjang sistem pengolahan data penggajian
  3. Adanya pembagian tugas kerja dalam menangani urusan kepegawaian.
Kekurangan sistem yang sedang berjalan saat ini :
  • Belum adanya software yang mengolah tentang penggajian pegawai sehingga mengakibatkan :
    • Proses perhitungan gaji pegawai memakan waktu yang cukup lama. Hal ini disebabkan karena data yang dibutuhkan untuk perhitungan gaji masih tersimpan dalam sistem lain dan sebagian masih dalam bentuk Arsip.
    • Kesulitan dalam membuat Daftar gaji pegawai disebabkan oleh penimpaan file baru terhadap file lama.
  • Masih kurang jaminan akan tempat penyimpanan data-data penggajian dengan aman dari berbagai macam gangguan seperti data itu hilang ataupun mungkin rusak karena rayap misalnya karaena data telah lama tersimpan dalam lemari penyimpanan berkas meskipun ada data yang sebagian tersimpan dikomputer.

Prosedur sistem penggajian di LAPAN
Prosedur merupakan urutan kegiatan yang tepat dari tahapan-tahapan yang menerangkan mengenai proses apa yang dikerjakan, siapa yang mengerjakan proses tersebut dan bagaimana suatu proses itu dapat dikerjakan. Berikut adalah alur prosedur sistem penggajian yang ada di LAPAN Bandung :
  1. Pejabat yang berwenang serta Tim penilai memberikan data pegawai, SK pengangkatan kerja, SK Naik Jabatan, serta SK naik pangkat dan golongan ke bagian urusan kepegawaian.
  2. Bagian urusan kepegawaian khususnya bagian pengelolaan data pegawai memproses dokumen-dokumen dan SK sebagai acuan pegawai mendapat gaji.
  3. Bagian pengelolaan data pegawai juga menerima KP4 dari pegawai sebagai bukti untuk mendapatkan tunjangan keluarga. KP4 tersebut dilampiri keterangan-keterangan lainnya.
  4. Data urusan kepegawaian yang berisi SK, surat-surat, dan keterangan lainnya di berikan dari bagian pengelolaan data pegawai ke bagian kelola gaji.
  5. Lalu bagian kelola gaji menghitung gaji pegawai dan membuat daftar gaji berdasarkan acuan data urusan kepegawaian.
  6. Setelah proses perhitungan daftar gaji, Bagian kelola gaji mencetak Daftar gaji sebanyak 2 (dua) rangkap kemudian disatukan dengan SK, surat-surat, dan ketarangan lainnya untuk di tandatangani oleh kepala TU dan direkap oleh bendahara setelah itu diserahkan ke kepala kepegawaian.
  7. Kepala kepegawaian mengkoreksi daftar gaji jika tidak ada kesalahan maka daftar gaji tersebut diberikan ke KPKN
  8. Setiap kali menerima Lembar gaji, KPKN mengkoreksi lembar gaji tersebut.
  9. Jika tidak sesuai dengan data yang ada di KPKN maka lembar gaji tersebut diberikan kembali kepada instansi yang bersangkutan untuk diperbaiki.
  10. Jika sesuai maka KPKN menyetujui lembar gaji tersebut kemudian mengarsipkan daftar gaji sebanyak 1 (satu) rangkap dan satunya lagi diberikan kembali kepada instansi yang bersangkutan.
  11. Dari daftar gaji yang sudah disetujui oleh KPKN kemudian bagian kelola gaji membuat Daftar gaji bersih dan Daftar potongan gaji pegawai untuk diserahkan ke BANK. Serta membuat slip gaji dua rangkap yang satu untuk pegawai dan yang satu dijadikan arsip.

 Gambar : Flow of Map Sistem Penggajian Yang Sedang Berjalan

 

Selanjutnya Baca Materi Bagian 3 Analis Kejadian dan Struktur Proses Sistem Penggajian di LAPAN Bandung